Ciri-ciri sakit jantung pada bayi

Kelainan jantung merupakan kondisi yang cukup menghawatirkan. Pada bayi dan anak-anak, sakit tersebut dapat menghambat perkembangan mereka, baik berjenis fisik maupun motorik. Kelainan jantung membatasi anak dalam usia kanak-kanak dan remaja dimana seharusnya dapat bergerak dengan lincah tanpa batas.

Kondisi kelainan jantung dapat diatasi dengan operasi dan penanganan intensif dari dokter. Masalah organ vital memang tidak dapat dilakukan secara mandiri di bawah pengawasan orang tua di rumah. Oleh karenanya, penting untuk melakukan proses penyembuhan sedini mungkin sebelum kemungkinan semakin parah.

Berikut cara mengenali tanda-tanda bayi mengalami sakit jantung:

  1. terdapat warna biru pada area bibir, mata, jari-jari dan kulit

Gejala umum dan sering terjadi pada bayi dengan kelainan jantung ialah munculnya warna kebiruan di tiga area antara bibir, jari, atau kulit, beberapa kasus terletak juga di bawah mata. Selain ketika masih bayi, tidak jarang gejala ini juga akan tetap terbawa ketika kelak memasuki masa kanak-kanak dan dewasa.

Semburat kebiruan yang muncul pada kuit bayi bisa diakibatkan oleh mekanisme organ vital tubuh yang  kurang normal. Bayi dengan kelainan jantung harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Dukungan orang tua secara materil dan moral juga dibutuhkan.

  1. keringat berlebih

Gejala kedua yakni munculnya keringat yang berlebihan dan kadang berupa keringat dingin. Proses produksi keringat akan terjadi ketika metabolisme tubuh sedang berusaha menstabilkan kerja jantung yang lemah. Gejala ini menjadi gejala yang sangat umum terjadi pada penderita kelainan jantung dari berbagai kalangan usia.

  1. nafsu makan rendah

apabila nafsu makan bayi terhadap ASI sangat rendah, terdapat kemungkinan adanya kelainan pada jantung yang dialami sang bayi. Beberapa bayi tidak mengalami gejala signifikan, sebagaimana diatas. Namun ia hanya memberikan ciri-ciri kehilangan nafsu makan.

Jika bayi mengalami sulit minum susu yang parah, segera periksakan ke dokter terdekat.

  1. nafas tidak stabil

Terakhir, pernafasan bayi tidak stabil baik terlalu lemah maupun terlalu cepat. Kondisi ini dapat dipicu oleh tangisan, menyusu, atau tidak ada pemicu sedikitpun seperti ketika tidur.

Petunjuk Mengatur Pola Makan Bayi 8 Bulan

Memasuki usia 8 bulan tugas orang tua adalah meningkatkan selera makan pada si kecil. Pada usia 7 bulan bayi sudah terbiasa dengan menu MPASI sehingga pada usia 8 bulan ini nafsu makan pada bayi harus ditingkatkan. Pada usia 8 bulan ini bayi sudah mampu menggenggam makanan di tangannya sendiri. Dalam meningkatkan nafsu makan MPASI jangan lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI pada bayi.

Pola makan pada seorang bayi meliputi kebutuhan ASI, jadwal makan, dan menu makanan. Ketiga hal tersebut harus diatur dengan baik agar bisa diberikan dengan tepat. Kebutuhan ASI pada usia ini tidak lebih dari 600 ml. Pada usia ini pemberian ASI harus mulai dibatasi. Pembatasan tersebut bukan berarti menghentikan pemberian ASI. ASI masih dilanjut hingga 2 tahun. Pembatasan ASI dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak terhadap MPASI. Pada usia 8 bulan ini MPASI menjadi makanan penting untuk bayi. Penurunan ASI menjadi hal yang wajar karena bayi sudah mengenal MPASI atau makanan yang padat. Bayi merasa lebih kenyang ketika makan – makanan yang padat. ASI saja tidak mencukupi kebutuhan si kecil sehingga harus ditambah dengan MPASI. Fokus utama pola makan bayi di usia 8 bulan ini adalah meningkatkan nafsu makannya.

Jadwal pemberian ASI dan MPASI di usia ini bisa dilakukan dengan mengikuti tips berikut ini. Ketika bangun tidur bisa diberikan ASI. Sarapan pagi bayi bisa diberikan puree. Snack pertama bisa diberikan cemilan. Makan siang bisa diberikan puree kembali. Sncak ke dua bisa diberikan ASI. Pada malam hari bayi bisa diberikan sereal. Sedangkan sebelum tidur bisa diberikan ASI. Menu MPASI di usia 8 bulan bisa berupa produk tepung dan biji – bijian. Selain itu menu lainnya yang cocok untuk MPASI adalah sayuran, buah, sumber protein, sumber karbohidrat, daging, dan bisa mulai mengenalkan rempah – rempah. Di usia ini bayi sudah bisa dikenalkan dengan beragam menu makanan namun dengan tekstur yang masih semi padat.

Penyebab Bunyi napas grok-grok pada bayi

Nafas yang berbunyi pada bayi bisa saja menunjukkan adanya batan pada saluran pernafasan. Ini bisa berupa dahak atau lendir yang menyangkut di saluran pernapasan. Hal ini membuat bayi kurang nyenyak tidur dan kesulitan bernafas.

Slank itu bunyi nafas bayi grok-grok juga bisa disebabkan saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Tapi tak perlu khawatir karena kebiasaan nafas berbunyi akan hilang seiring bertambahnya usia bayi. Lalu apa penyebab Bunyi napas grok-grok pada bayi?

Penyebab napas bayi berbunyi grok grok

Nafas bayi bunyi grok grok disebabkan karena pernapasannya kotor sebab terdapat banyak lendir.  Lendir ini hambat aliran udara sehingga bayi sudah bernapas dan napasnya bunyi grok grok.

Bagian dalam tubuh manusia memang selalu berlendir termasuk bayi. produksi lendir bisa bantu bersihkan saluran pernafasan dan juga kurangi risiko terinfeksi kuman bakteri maupun virus di tubuh.

Bayi yang belum secara sempurna keluarkan lendir bisa sebabkan penumpukan dengan jumlah yang banyak. peningkatan produksi yang ini menyumbat sebab belum bisa dikeluarkan sehingga membuat nafas bayi bunyi grok grok.

Cara Mencegah napas bunyi grok grok

Untuk mencegah nafas bayi berbunyi grok grok bisa dilawan dengan membersihkan lendir dalam saluran pernapasan. Bisa dilakukan dengan membersihkan hidungnya menggunakan tisu atau kapas.

Selain itu, untuk atasi hidung bayi tersumbat bisa gunakan humidifier atau mesin pelembab udara untuk kontrol suhu udara ruangan jadi hangat dan lembab jadi dapat bantu lendir tak mengeras yang sumbat saluran hidung bayi.

Cara lainya, bisa jemur bayi di bawah sinar matahari. Selain bisa atasi bunyi napas grok grok, sinar matahari juga berikan vitamin D secara alami. Waktu yang baik untuk menjemur pukul 07.30 hingga 08.30. cukup 15 menit atau maksimal 30 menit.

Nah itulah informasi mengenai penyebab napas bayi bunyi grok grok, yang disebabkan oleh lendir. Beberapa cara diatas bisa dilakukan untuk bantu atasi hilangkan bunyi napas pada bayi. Namun, jika ada gejala lain, segera bawa ke dokter untuk segera ditangani.

 

Bayi Tumbuh Sehat? Yuk Cari Tahu Makanan Sehat Untuk Bayi 10 Bulan Ke Atas

Saat sudah menginjak usia 10 bulan ke atas, bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan yang memiliki tekstur agak kasar. Di masa ini, si kecil biasanya sudah mulai merangkak, duduk, berdiri, mengoceh atau bahkan berjalan dengan bantuan perabot rumah. Apalagi, di usia ini saluran pencernaannya mulai matang bahkan biasanya ada yang sudah tumbuh gigi. Sehingga, penting bagi ibu untuk mengetahui makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas berikut ini.

 

Makanan Yang Boleh Dikonsumsi dan Pengolahannya

Meskipun masih memerlukan ASI, namun bayi yang telah memasuki usia 10 bulan ke atas, sudah boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan tekstur yang lebih kental atau padat. Makanan tersebut berfungsi untuk menambah kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh bayi. Anda bisa memberikan makanan berprotein seperti daging, ikan, tahu, telur dan lainnya. Selain itu, anda juga dapat memberikan buah, sayur, dan lainnya.

 

Makanan yang dipilih harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, zat besi, omega 3 dan 6 serta mineral penting lainnya. Dimana semua zat tersebut sangat dibutuhkan tubuh si kecil untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, makanan pendamping yang diberikan juga harus memiliki gizi yang seimbang.

 

Dalam mengolah makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas, salah satu hal yang harus anda perhatikan adalah kebersihan. Anda harus menggunakan peralatan dan bahan yang bersih, misalnya saja dengan memisahkan pisau dan talenan untuk bahan matang dan mentah. Selain itu, pengolahan bahan makanan juga harus sesuai dengan tingkat kematangan bahan, seharusnya tidak terlalu mentah dan tidak terlalu matang agar tidak merusak gizi makanan.

 

Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi

Di samping makanan yang baik dikonsumsi, ada pula jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan secara langsung pada buah hati di tahun pertamanya. Diantaranya adalah biji-bijian utuh, makanan rendah lemak, telur setengah matang, ikan bermerkuri, madu, garam, dan gula tambahan. Jenis makanan dari biji-bijian utuh baik diberikan pada anak yang berusia 5 tahun keatas, hal tersebut untuk mengurangi resiko tersedak pada si kecil.

 

Telur setengah matang bukanlah makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas, karena biasanya mengandung bakteri yang membahayakan kesehatan si kecil. Selain pada telur setengah matang, pada madu juga mengandung bakteri yang dapat menyebabkan sindrom infant botulisme, sehingga makanan ini seharusnya tidak diberikan pada bayi. Garam dan gula juga seharusnya tidak diberikan pada bayi dalam jumlah yang berlebihan.

 

Terdapat banyak sumber makanan sehat yang dapat anda berikan pada buah hati. Namun, pemberian makanan untuk bayi yang berumur 10 bulan ke atas tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh serta memiliki kandungan gizi yang seimbang. Meskipun begitu, tidak semua jenis makanan dapat diberikan pada si kecil. Anda juga harus memperhatikan beberapa makanan yang harus dihindari untuk diberikan pada si kecil jika belum waktunya.

Kenali Penyebab Bayi Batuk dan Cara Mengatasinya

Meski sering dianggap enteng, batuk merupakan kondisi yang tidak nyaman ya. Batuk bisa menganggu aktifitas bahkan tidur anda. Nah jika batuk pada orang dewasa saja bisa mengganggu bagaimana jika batuk terjadi pada bayi? Layaknya orang dewasa bayi juga rentan mengalami batuk. Jenisnya? Bisa batuk kering maupun batuk berdahak.

Batuk sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh sebagai akibat dari adanya gangguan di tenggorokan. Sama halnya seperti orang dewasa, penyebab bayi batuk terjadi karena adanya rasa gatal di dalam tenggorokan atau karena adanya lendir yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Menurut pendapat para ahli, batuk pada bayi adalah kondisi yang normal. Dengan sistem kekebalan tubuh yang masih minim, bayi rentan mengalami batuk bahkan hingga delapan kali dalam usia pertamanya.

Meski tidak berbahaya, batuk bisa mengganggu istirahat si kecil, bayi akan mudah menangis karena kondisi tenggorokannya yang tidak nyaman. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membantu si kecil tetap merasa nyaman.

  1. Tetap memberi ASI

Saat bayi batuk, si kecil mungkin akan memuntahkan minumannya. Tapi ini tidak boleh menjadi alasan Anda untuk mengurangi asupan ASI. ASI mengandung banyak zat yang berguna bagi sistem kekebalan tubuh si kecil. Cairan juga akan membantu mengencerkan dahak agar si kecil merasa lebih nyaman.

  1. Perbanyak Istirahat

Nah, sama halnya dengan orang dewasa, salah satu cara ampuh untuk mengatasi penyebab bayi batuk adalah dengan banyak istirahat. Istirahat yang cukup terbukti ampuh meningkatkan kekebalan tubuh. Meski saat batuk istirahat si kecil terganggu, pastikan anda tetap berusaha membuatnya mendapat istirahat yang cukup ya.

  1. Uap dan Air Hangat

Memberi si kecil uap hangat bisa membantu mengencerkan dahak, sehingga bayi menjadi lebih mudah bernafas. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, anda bisa memberinya minuman hangat. Fungsi minuman hangat hampir sama dengan uap hangat.

  1. Meneteskan Cairan Saline

Cara mengatasi penyebab bayi batuk ini bisa anda lakukan jika memang dibutuhkan. Larutan saline bisa didapatkan di apotek. Pastikan untuk membaca label dengan benar ya sebelum memberikannya pada bayi.

Bagaimana? Semoga sedikit tips di atas bisa membantu anda ya…

Efek Samping Imunisasi BCG Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Kerepotan setelah melakukan imunisasi BCG pada bayi? Tak dipungkiri, bayi memang bisa menjadi sangat rewel seusai imunisasi. Namun tak usah khawatir, itu merupakan efek dari pemberian imunisasi yang umum terjadi.

Imunisasi BCG adalah salah satu jenis imunisasi wajib bagi bayi. BCG (Bacillus Calmette-Guérin) sendiri berfungsi untuk mencegah penyakit TB. Di mana hanya perlu dilakukan satu kali suntikan imunisasi BCG seumur hidup.

Suntikan imunisasi BCG biasanya meninggalkan efek samping. Seperti luka melepuh di area bekas suntikan. Yang tak jarang akan terasa sakit dan lebam selama beberapa hari. Atau beberapa minggu jika bekas luka lebih berat.

Setelah imunisasi BCG, bayi terkadang juga mengalami demam. Tapi tak perlu cemas, ini hanya berlangsung beberapa jam saja. Dan akan menurun tanpa perlu pemberian obat-obatan. Cukup dengan mengompresnya, agar suhu tubuh bayi lebih cepat turun.

Efek samping imunisasi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Karena akan hilang dan membaik dengan sendirinya. Akan tetapi masalahnya, bayi menjadi sangat rewel. Sehingga harus ekstra sabar untuk menenangkannya.

Meski memiliki efek samping, imunisasi BCG pada bayi punya manfaat jauh lebih besar. Maka dari itu, pastikan bayi mendapat suntikan imunisasi ini. Paling lambat sebelum bayi berusia 3 bulan.

Cara Memperbaiki Kepala Bayi Yang Peyang

Ketika sedang menggendong bayi kamu, sebaiknya sekali-kali untuk memperhatikan bentuk kepala si kecil. Apa pada bagian belakang di kepalanya nampak datar. Bila iya, sebaiknya kamu perlu mengetahui cara mengatasi kepala peyang pada bayi 4 bulan supaya kamu dapat mengatasinya sendiri di rumah atau lewat bantuan dokter.

Jangan panik, ini merupakan kondisi yang tidak usah di khawatirkan. Bayi yang mempunyai kepala peyang juga tidak akan mengalami masalah pada pertumbuhan otaknya. Hanya untuk beberapa orang tua, kepala bayi yang berbentuk peyang ini dianggap tidak baik dan juga tidak etis. Dalam dunia kesehatan kepala peyang ini dinamakan plagiocephaly.

Cara mengatasi kepala peyang pada bayi 4 bulan

Beberapa orangtua yang tidak ingin kepala bayinya peyang ini ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan supaya bisa mengatasi kepala bayi yang peyang. Beberapa cara untuk mengatasi kepala bayi peyang sebagai berikut:

  1.       Melakukan banyak tummy time

Lakukan banyak tummy time pada bayi ketika siang hari ketika dia sedang terbangun, namun tetap dalam pengawasan aman. Dengan cara mengistirahatkan kepala bayi di posisi bersandar ini dapat membentuk kepala bayi menjadi berangsur-angsur bisa berubah.

  1.       Ganti posisi tidur bayi dengan berkala

Ketika bayi sedang tidur terlentang lebih baik sering untuk mengganti posisi kepalanya. Dengan bergantian dari kiri ke kanan begitu pula sebaliknya. Kamu juga bisa untuk mengganti-ganti letak bayi ketika menidurkannya pada tempat tidurnya.

Misalnya pada hari ini bayi kamu taruh pada posisi tempat tidur yang berhadapan dengan tembok. Kemudian di lain hari bayi kamu taruh pada posisi tempat tidur yang menghadap ke ruangan tidur.

  1.       Sering menggendong bayi

Dengan cara menggendong bayi ini bisa mengurangi waktu yang dia habiskan dengan keadaan terlentang sehingga tekanan pada kepalanya juga bisa berkurang.

  1.       Pakai helm khusus

Dokter biasanya memberi rekomendasi supaya bayi memakai helm yang khusus yang dipakai mengatasi keadaan kepala peyang bayi. Helm ini di ciptakan supaya sisi kepala bayi yang telah tumbuh tidak normal tidak kembali tumbuh sehingga pada sisi kepalanya yang peyang dapat terisi ruang tumbuhnya.

  1.       Terapi fisik

Bila kepala peyang bayi ini juga dibarengi dengan masalah otot pada leher, maka sebaiknya lakukan terapi fisik untuk bisa mengatasinya. Terapi ini dapat dilakukan supaya otot leher bayi dapat memanjang dan leher bayi menjadi lebih kuat.

 

3 Tips Cara Menjaga Bayi Agar Tidak Mudah Sakit

 

 

Deskripsi

Meningkatkan imunitas tubuh memang sangat penting di musim pancaroba ini supaya kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik apalagi bagi bayi yang mempunyai kekebalan tubuh yang masih belum cukup kuat dengan musim saat ini maka dari itu ibu perlu beberapa tips cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit.

Artikel

Cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit memang tidak segampang seperti yang di fikirkan karena memerlukan cukup waktu luang bagi ibu yang mungkin sebagai ibu karir yang mempunyai waktu yang sibuk sehingga kadang memberikan tanggungjawab si bayi kepada baby sisternya.

Penyebab bayi mudah sakit

Banyak yang menyebabkan bayi mudah terkena penyakit seperti demam, flu dan batuk penyakit yang biasa menyerang anak-anak yang daya tahan tubuhnya tidak terjaga dengan baik. Musim pancaroba ini juga bisa menyebabkan datangnya penyakit pada bayi yang tubuhnya rentan oleh berbagai penyakit yang ada sehingga ibu perlu menjaga daya tahan tubuh buah hatinya supaya tidak mudah terkena penyakit seperti mencari tau cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit di berbagai artikel resmi yang ada atau bisa tanyakan langsung ke dokter.

Tips menjaga agar bayi tidak mudah sakit

  1. Menjaga pola makan si bayi memang perlu di perhatikan untuk kesehatan si bayi agar bayi tidak mudah terkena penyakit, pola makan yang baik akan berpengaruh pada imunitas tubuh si bayi karena pola makan yang teratur dan bergizi secara otomatis akan meningkatkan kekebalan tubuh si bayi.
  2. Imunisasi bertujuan untuk memberikan vaksin pada tubuh si bayi supaya terhindar dari berbagai penyakit yang ada seperti penyakit polio dan lain-lain.
  3. Selanjutnya cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh bayi, mejaga kerbersihan rumah, menjaga kebersihan peralatan makan si bayi dan menjaga kerbersihan pakaian bayi karena kekebalan tubuh bayi yang belum sempurna untuk melawan virus penyakit yang ada sehingga hal ini perlu di perhatikan betul-betul oleh ibu demi menjaga kesehatan buah hatinya.

Segala penyakit bisa di hindari jika ibu tahu bagaimana cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit karena ketelatenan ibu dalam menjaga sang buah hati sangatlah di andalkan untuk menjaga kesehatan sang buah hati.

Waspadai Batuk Bayi Karena Asap Rokok

Selain berbahaya bagi kesehatan orang dewasa, asap rokok juga sangat berbahaya bagi bayi. Selain itu, pada dasarnya batuk pada bayi memang sesuatu yang tidak bisa disepelekan, karena dapat berakibat fatal. Batuk pada bayi juga salah satu gejala yang membahayakan karena bisa jadi itu adalah infeksi paru-paru atau gejala Pneumonia.

Asap rokok merupakan salah satu faktor terpenting dan paling berbahaya. Untuk lebih mempermudah, berikut ini ciri-ciri bayi batuk karena asap rokok, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Kesulitan bernafas. Ketika bayi batuk maka harus diperhatikan apakah kesulitan bernafas atau tidak. Jika karena asap rokok biasanya ditandai pula dengan bayi mengeluarkan nada yang tinggi
  2. Demam tinggi. Tidak hanya karena asap rokok saja yang membuat demam tinggi namun itu juga menjadi perhatian sesegera mungkin untuk diatasi.
  3. Muntah-muntah. Muntah disini karena bayi kesulitan untuk meminum ASI akibat sesak nafas.
  4. Bayi lebih pendiam. Ketika bayi yang biasanya aktif dan tiba-tiba lebih menjadi pendiam, harus dicurigai.
  5. Warna bibir dan kuku membiru. Tidak hanya batuk, apabila telah parah beberapa anggota tubuhnya mengalami perubahan warna menjadi kebiruan. Yang lebih nampak ada pada bagian bibir dan juga kuku bayi.
  6. Selalu berkeringat sepanjang hari. Tidak seperti biasanya, keringat yang dikeluarkan sebagian besar adalah keringat dingin. Hal tersebut menandakan jika sistem pengeluaran racun tidak lagi berfungsi.
  7. Mengalami batuk hampir setiap hari
  8. Sulit bahkan tidak mau makan. Gejala ini umum yang terjadi, karena sebagian besar bayi yang merasa tubuhnya tidak sehat akan menolak untuk makan bahkan minum ASI sekalipun.
  9. Paru-paru memiliki warna putih. Jika sudah melalui rontgen, warna paru-paru bayi yang terkena pneumonia cenderung berwarna putih.

Demikian itulah ciri-ciri bayi batuk karena asap rokok yang mudah untuk dikenali. Dengan begitu, jika bayi mengalami batuk sebaiknya jangan dibiarkan dan harus segera ditanganin. Mengingat resikonya sangat besar terhadap keselamatan si bayi. Batuk pada bayi tentu sangat berbeda dengan batuk pada orang dewasa.

 

Batuk Berdahak Pada Bayi 6 Bulan

Bayi seringkali mengalami berbagai macam penyakit, karena daya tahan tubuhnya belum sebagus orang dewasa. Salah satu yang sering terjadi adalah batuk berdahak pada bayi. Walaupun batuk berdahak tidak berbahaya, tetapi batuk tersebut bisa membuat rewel dan tidak nyaman.

Walaupun dahak tersebut atau lendir itu mengandung sel darah putih yang bisa melawan kuman, namun batuk berdahak juga bisa mengganggu saluran pernapasan. Hal ini karena bayi belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri.

Oleh karena itu ada beberapa cara untuk meredakan batuk berdahak pada bayi yaitu :

Perbanyak asupan cairan

Pemberian asupan cairan terutama ASI sangat penting saat bayi mengalami batuk berdahak. Hal ini karena cairan bisa membantu untuk mengencerkan dahak pada bayi. Selain itu cairan tersebut juga bisa membantu tubuh bayi dalam melawan infeksi.

Istirahat cukup

Usahakan pada saat bayi mengalami batuk berdahak maka biarkan untuk bisa beristirahat yang cukup. Dengan beristirahat cukup dan kondisinya kuat maka bayi bisa melawan infeksi yang disebabkan oleh batuk berdahak.

Lembabkan Udara sekitar

Kita juga bisa melembabkan udara disekitar yang dipercaya bisa mengurangi lendir yang ada pada tenggorokkan. Selain itu juga bisa membantu pernapasan pada si kecil.

Jauhkan bayi dari polusi

Sebaiknya hindari bayi dari paparan polusi. Karena hal ini akan menyebabkan batuk pada bayi akan bertambah parah.

Selain hal-hal yang harus diperhatikan diatas,kita juga harus teliti dan menghindari penggunaan obat-obatan yang banyak dijual bebas dipasaran. Sebaiknya gunakan resep dokter untuk meredakan batuk berdahaknya.

Perhatikan dahak bayi, kita tidak perlu khawatir jika dahak bayi tidak berubah warna. Tetapi waspada jika dahak tersebut berubah warnanya menjadi hijau, kecoklatan ataupun kuning dan disertai dengan bau. Karena hal tersebut bisa menandakan terdapatnya infeksi pada tubuh bayi.

Konsultasikan ke dokter apabila batuk berdahak tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari lima hari, kondisinya semakin memburuk serta bayi kesulitan untuk bernafas, serta disertai demam 39 derajat celcius untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan.