Bolehkah Ibu Hamil Berendam di Kolam Renang

Untuk menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya maka seorang ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga ringan. Yang terpenting olahraga yang dilakukan tidak membahayakan janin.

Akan tetapi bolehkah ibu hamil berenang ataupun berendam di kolam renang? Ibu hamil tidak boleh melakukan aktivitas berendam di kolam renang karena kemungkinan terdapat resiko pada kehamilannya.

Resiko Bahaya Ibu Hamil Berendam di Kolam Renang

Dibawah ini ada beberapa dampak berendam di kolam renang bagi ibu dan janin :

Kandungan Klorin yang berbahaya

Kolam renang biasanya menggunakan klorin untuk menjaga kehigienisan kolam renang dengan cara membunuh mikroorganisme. Dan klorin akan sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Klorin memicu kanker

Klorin yang ada di kolam renang juga bisa memicu kanker bagi ibu hamil ataupun janin. Jadi diharapkan ibu tidak sembarangan menggunakan kolam renang untuk berendam.

Gatal atau terkena alergi

Kaporit yang terkandung dalam kolam renang bisa menyebabkan gatal pada ibu hamil atau alergi.

Gangguan pencernaan

Pencernaan pada ibu hamil akan terganggu jika saat berendam meminum air kolam renang secara tak sengaja.

Mengalami gangguan pada metabolisme tubuh

Kaporit juga memiliki kandungan korosif, yang apabila tak sengaja ditelan akan mengalami gangguan metabolisme pada ibu hamil.

Ibu hamil akan mengalami pendarahan

Akibat dari air kolam yang tertelan saat berendam. Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan korosif pada kaporit yang menyebabkan pendarahan secara tiba-tiba pada ibu hamil.

Apakah boleh ibu hamil berenang ?

Pada dasarnya tidak ada masalah bagi ibu hamil untuk berendam di air, namun akan berbeda jika ibu hamil berendam di kolam renang apalagi di kolam renang umum.

Air yang ada di kolam renang mengandung klorin yang akan membahayakan bagi ibu dan janin. Klorin yang tertelan saat berenang akan menyebabkan infeksi kulit ibu, selain itu air yang tidak bersih juga bisa menyebabkan infeksi penyakit berbahaya.

Dengan melihat penjelasan diatas maka sebaiknya ibu hamil tidak berendam di kolam renang. Kecuali jika kolam renang tersebut milik pribadi dan sudah jelas kebersihan airnya serta tidak diberi klorin.

3 Bahaya Berenang Bagi Ibu Hamil yang Perlu Diketahui!

Bagi ibu hamil yang jarang bergerak atau melakukan aktivitas dapat menyebabkan sirkulasi darah terhambat. maka dari itu, sangat dianjurkan untuk berolahraga ringan. Apabila tidak dilakukan maka akan terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Namun, perlu memilih jenis olahraga yang dipilih. Tentunya, memilih berolahraga ringan seperti jalan-jalan, lari kecil, yoga, senam lantai, berenang dan lain sebagainya. Meskipun dianjurkan untuk berenang. Namun, masih memicu bahaya berenang bagi ibu hamil. Maka dari itu, sangat penting berkonsultasi kepada dokter sesuai kondisi Anda.

Apa Saja Resiko Bahaya Berenang Bagi Ibu Hamil?

Berenang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah pada ibu hamil. Meskipun memiliki resiko kecil. Namun, tetap diperhatikan beberapa bahaya yang wajib diketahui sebelum berenang. Terutama bagi Anda yang ingin berenang di pemandian umum. Berikut beberapa resiko berenang untuk ibu hamil:

  1. Kandungan Zat Kimia

Air kolam renang biasanya mengandung zat kimia seperti kaporit. Hal ini dapat membahayakan kondisi janin apabila air tertelan. Hal tersebut dapat menyebabkan sistem imunitas tubuh menjadi lebih rendah. Maka dari itu, usahakan untuk berenang tidak menggunakan teknik menyelam. Hal ini dilakukan agar air tidak tertelan. Jika tidak maka sebaiknya memilih kolam renang yang tidak mengandung kaporit.

 

  1. Dehidrasi

Pastikan tidak mengalami dehidrasi saat berenang. Biasanya, orang berenang tidak mengalami haus meskipun tubuh membutuhkan asupan air. berenang dapat menyebabkan dehidrasi karena aktivitas menyelam. Ciri tubuh yang mengalami dehidrasi adalah munculnya kram otot saat berenang. Apabila dehidrasi cukup parah maka dapat menyebabkan seseorang dehidrasi. Maka bagi ibu hamil yang menyukai aktivitas berenang maka sebaiknya selalu memperhatikan kebutuhan air minum.

 

  1. Resiko Terpeleset

Apabila Anda sedang hamil besar maka sebaiknya tidak perlu berenang. Hal ini dapat beresiko terpeleset yang menyebabkan gangguan pada janin. Apabila Anda sangat berkeinginan untuk berenang. Maka lebih baik didampingi oleh suami agar tidak terjadi bahaya yang lebih buruk. Kelemahan keseimbangan bagi ibu hamil beresiko tinggi terpeleset jika lantainya licin.

 

Teknik berenang yang salah dapat menyebabkan goncangan pada kandungan. Maka dari itu, jangan menggunakan teknik menyelam. Selain itu, mencari tahu teknik berenang untuk ibu hamil. Hal ini penting agar tidak memicu keguguran. Perhatikan dengan baik bahaya berenang bagi ibu hamil untuk mengurangi resikonya.

 

 

Inilah Bahaya Tidur Larut Malam bagi Ibu Hamil

Wanita hamil memang lebih sulit mencari kenyamanan ketika hendak tidur, itulah sebabnya banyak yang mengalami susah tidur di malam hari. Padahal, sangat bahaya tidur larut malam bagi ibu hamil karena bisa memengaruhi kondisi tubuh dan janinnya.

Beberapa Bahaya Tidur Larut Malam bagi Ibu Hamil

Begadang atau tidur terlalu larut sangat tidak baik untuk siapa pun, termasuk ibu hamil. Nah, berikut ini beberapa efek samping yang bisa timbul jika Anda sering tidur larut malam.

  • Pusing dan sakit kepala, serta lebih mudah stres.
  • Merusak susunan hormon sehingga rentan terhadap penyakit diabetes.
  • Menurunkan sistem imunitas tubuh dan lebih mudah terserang penyakit.
  • Terjadi kontraksi dini, rentan lahir prematur, dan keguguran.
  • Risiko mengalami preeklamsia, yaitu komplikasi tekanan darah tinggi.
  • Rentan terhadap penyakit stroke, gagal jantung, atau gangguan fungsi jantung.

Itulah bahaya tidur larut malam bagi ibu hamil. Jadi, penting sekali untuk meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Caranya yaitu dengan berhenti makan, matikan lampu, tidur dengan posisi menyamping, pakai bantal tambahan, dan lain-lain. Jika belum berhasil, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Durian

Kebutuhan nutrisi ibu menyusui harus dicukupi salah satunya dengan mengkonsumsi buah-buahan. Tapi Apakah ibu menyusui boleh makan durian?

Durian adalah salah satu buah yang memiliki aroma dan rasa yang khas. Tak heran jika banyak orang yang menyukainya. Apakah durian juga jadi buah favorit anda?. Menurut orang, bahwa  ibu hamil tidak boleh makan durian karena dikhawatirkan menyebabkan keguguran. Lalu bagaimana dengan ibu menyusui?

Boleh atau tidaknya mengonsumsi durian bagi ibu menyusui kian ditanyakan oleh para ibu. Para busui khawatir jika makan durian akan berakibat juga terhadap bayinya. Lalu apakah ada pengaruhnya bagi si kecil jika ibunya makan durian?. yuk kita lihat pembahasannya di bawah ini.

Berbicara tentang ibu menyusui yang ingin makan durian, pada dasarnya tidak masalah/ diperbolehkan karena tidak berpengaruh buruk terhadap kualitas ASI. justru durian memberikan manfaat yang dibutuhkan bagi tubuh. Tapi harus mengonsumsi secara tidak berlebihan. Karena jika berlebihan akan menyebabkan gangguan seperti perut kembung, rasa sesak dan lainnya.

Berikut manfaat buah durian bagi ibu hamil

  1. Sebagai antioksidan bagi tubuh
  2. Mengandung serat yang berguna untuk memperlancar pencernaan dan menjaga kadar kolestrol
  3. Mengandung kalium untuk kekuatan tulang dan membantu metabolisme tubuh.
  4. Kaya akan vitamin dan protein yang penting untuk kesehatan ibu
  5. Mengandung fosfor untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut
  6. Mengurangurangi stress bagi ibu yang sedang menyusui

Walaupun diperbolehkan makan durian, namun perlu diperhatikan pengaruhnya, antara lain

  1. apabila ibu memakan durian kemungkinan ASI akan berbeda dari biasanya dari segi rasa dan bau.
  2. ada kemungkinan muncul reaksi alergi pada si kecil seperti intensitas buang air kecil meningkat.
  3. Durian yang dikonsumsi Busui tidak menyebabkan bayi kelebihan gula dan sakit perut.
  4. Belum ada bukti yang menunjukan bahwa durian membuat ASI lebih banyak dan kental.

Nah itulah informasi tentang Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Durian. Tetap jaga nutrisi kebutuhan ibu menyusui dan berikan asupan gizi buah hati dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mulai Rewel, Yuk Cari Tahu Tanda- Tanda Bayi Panas Dalam

Istilah panas dalam diartikan sebagai suatu kondisi dimana tubuh memiliki suhu panas namun tidak bisa dikeluarkan, hingga membuat suhu tersebut terkurung di dalam tubuh. Secara umum, kondisi tersebut bisa terjadi pada semua kalangan, baik orang dewasa, anak- anak, bahkan bayi. Mungkin pada orang dewasa dan anak kecil bisa mengungkapkan. Tapi kondisi tersebut sedikit berbeda pada si kecil. Yuk, simak tanda- tanda bayi panas dalam berikut.

Gejala Bayi Mengalami Panas Dalam

  1. Sakit Kepala

Seperti pada umumnya, orang yang mengalami panas dalam biasanya juga akan merasakan sakit kepala. Ternyata, tanda tersebut juga terjadi pada bayi, namun karena keterbatasannya untuk mengungkapkan membuat si kecil tidak bisa menjelaskan sakit kepala ataupun tidak. Selain menangis, biasanya bayi akan menunjukkan beberapa gerakan, misalnya tangan yang seolah ingin menjangkau kepala.

Apabila anda melihat gerakan tersebut dan disertai dengan tingkahnya yang rewel dan mudah menangis, maka bisa jadi si kecil sedang diserang sakit kepala. Selain itu, menurut orang jaman dahulu, bayi yang sakit kepala juga akan ditunjukkan dengan warna alisnya yang berubah memerah. Jika anda mendapati tanda tersebut, ada baiknya untuk memijat si kecil untuk membuat tubuhnya nyaman dan meredakan panas dalam yang deritanya.

  1. Demam dan Luka Pada Lidah

Kondisi panas dalam yang berlebihan pada bayi akan membuat suhu badannya meningkat dengan cepat. Memang pada awalnya bayi tidak akan mengalami demam, namun apabila panas dalam tersebut telah menyebar pada seluruh tubuh si kecil, kemungkinan besar bisa membuatnya demam. Untuk mengetahuinya, anda bisa menyentuh tubuh bayi, jika suhunya terasa sangat panas, lakukan tindakan untuk menurunkannya.

Biasanya, suhu panas dalam yang terlalu berlebihan akan menyebabkan luka pada lidah si kecil. Kondisi tersebut biasa terjadi setelah panas dalam yang diderita bayi lebih dari dua hari. Saat panas dalam, lidah si kecil akan tampak berwarna putih dan terdapat luka kecil memerah. Keadaan ini yang sering menyebabkan bayi sering rewel, gelisah dan tidak mau minum ASI maupun susu formula.

  1. Bintik Merah Pada Kulit

Tanda- tanda bayi panas dalam juga bisa terlihat dari tampilan kulitnya, dimana biasanya muncul bintik berwarna merah. Tanda tersebut umumnya menyebar mulai dari punggung hingga tangan si kecil. Timbulnya bintik merah merupakan reaksi alami yang ditunjukkan oleh tubuh bayi untuk mengatasi panas dalamnya, sehingga anda tidak perlu khawatir berlebihan. Untuk mengatasinya, anda bisa memberikan bedak atau produk kulit bayi lainnya.

Kondisi panas dalam memang bisa diderita oleh siapa pun, tak terkecuali pada bayi. Secara umum, mungkin tanda yang di tampakkan hampir sama seperti yang dialami anak-anak maupun orang dewasa. Jika buah hati anda mengalami beberapa tanda tersebut, bisa jadi si kecil mengalami panas dalam. Maka, anda perlu melakukan beberapa tindakan untuk mengatasinya. Namun, anda perlu mewaspadai jika tanda tersebut bertambah parah.

Ciri-ciri sakit jantung pada bayi

Kelainan jantung merupakan kondisi yang cukup menghawatirkan. Pada bayi dan anak-anak, sakit tersebut dapat menghambat perkembangan mereka, baik berjenis fisik maupun motorik. Kelainan jantung membatasi anak dalam usia kanak-kanak dan remaja dimana seharusnya dapat bergerak dengan lincah tanpa batas.

Kondisi kelainan jantung dapat diatasi dengan operasi dan penanganan intensif dari dokter. Masalah organ vital memang tidak dapat dilakukan secara mandiri di bawah pengawasan orang tua di rumah. Oleh karenanya, penting untuk melakukan proses penyembuhan sedini mungkin sebelum kemungkinan semakin parah.

Berikut cara mengenali tanda-tanda bayi mengalami sakit jantung:

  1. terdapat warna biru pada area bibir, mata, jari-jari dan kulit

Gejala umum dan sering terjadi pada bayi dengan kelainan jantung ialah munculnya warna kebiruan di tiga area antara bibir, jari, atau kulit, beberapa kasus terletak juga di bawah mata. Selain ketika masih bayi, tidak jarang gejala ini juga akan tetap terbawa ketika kelak memasuki masa kanak-kanak dan dewasa.

Semburat kebiruan yang muncul pada kuit bayi bisa diakibatkan oleh mekanisme organ vital tubuh yang  kurang normal. Bayi dengan kelainan jantung harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Dukungan orang tua secara materil dan moral juga dibutuhkan.

  1. keringat berlebih

Gejala kedua yakni munculnya keringat yang berlebihan dan kadang berupa keringat dingin. Proses produksi keringat akan terjadi ketika metabolisme tubuh sedang berusaha menstabilkan kerja jantung yang lemah. Gejala ini menjadi gejala yang sangat umum terjadi pada penderita kelainan jantung dari berbagai kalangan usia.

  1. nafsu makan rendah

apabila nafsu makan bayi terhadap ASI sangat rendah, terdapat kemungkinan adanya kelainan pada jantung yang dialami sang bayi. Beberapa bayi tidak mengalami gejala signifikan, sebagaimana diatas. Namun ia hanya memberikan ciri-ciri kehilangan nafsu makan.

Jika bayi mengalami sulit minum susu yang parah, segera periksakan ke dokter terdekat.

  1. nafas tidak stabil

Terakhir, pernafasan bayi tidak stabil baik terlalu lemah maupun terlalu cepat. Kondisi ini dapat dipicu oleh tangisan, menyusu, atau tidak ada pemicu sedikitpun seperti ketika tidur.

Petunjuk Mengatur Pola Makan Bayi 8 Bulan

Memasuki usia 8 bulan tugas orang tua adalah meningkatkan selera makan pada si kecil. Pada usia 7 bulan bayi sudah terbiasa dengan menu MPASI sehingga pada usia 8 bulan ini nafsu makan pada bayi harus ditingkatkan. Pada usia 8 bulan ini bayi sudah mampu menggenggam makanan di tangannya sendiri. Dalam meningkatkan nafsu makan MPASI jangan lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI pada bayi.

Pola makan pada seorang bayi meliputi kebutuhan ASI, jadwal makan, dan menu makanan. Ketiga hal tersebut harus diatur dengan baik agar bisa diberikan dengan tepat. Kebutuhan ASI pada usia ini tidak lebih dari 600 ml. Pada usia ini pemberian ASI harus mulai dibatasi. Pembatasan tersebut bukan berarti menghentikan pemberian ASI. ASI masih dilanjut hingga 2 tahun. Pembatasan ASI dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak terhadap MPASI. Pada usia 8 bulan ini MPASI menjadi makanan penting untuk bayi. Penurunan ASI menjadi hal yang wajar karena bayi sudah mengenal MPASI atau makanan yang padat. Bayi merasa lebih kenyang ketika makan – makanan yang padat. ASI saja tidak mencukupi kebutuhan si kecil sehingga harus ditambah dengan MPASI. Fokus utama pola makan bayi di usia 8 bulan ini adalah meningkatkan nafsu makannya.

Jadwal pemberian ASI dan MPASI di usia ini bisa dilakukan dengan mengikuti tips berikut ini. Ketika bangun tidur bisa diberikan ASI. Sarapan pagi bayi bisa diberikan puree. Snack pertama bisa diberikan cemilan. Makan siang bisa diberikan puree kembali. Sncak ke dua bisa diberikan ASI. Pada malam hari bayi bisa diberikan sereal. Sedangkan sebelum tidur bisa diberikan ASI. Menu MPASI di usia 8 bulan bisa berupa produk tepung dan biji – bijian. Selain itu menu lainnya yang cocok untuk MPASI adalah sayuran, buah, sumber protein, sumber karbohidrat, daging, dan bisa mulai mengenalkan rempah – rempah. Di usia ini bayi sudah bisa dikenalkan dengan beragam menu makanan namun dengan tekstur yang masih semi padat.

Penyebab Bunyi napas grok-grok pada bayi

Nafas yang berbunyi pada bayi bisa saja menunjukkan adanya batan pada saluran pernafasan. Ini bisa berupa dahak atau lendir yang menyangkut di saluran pernapasan. Hal ini membuat bayi kurang nyenyak tidur dan kesulitan bernafas.

Slank itu bunyi nafas bayi grok-grok juga bisa disebabkan saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Tapi tak perlu khawatir karena kebiasaan nafas berbunyi akan hilang seiring bertambahnya usia bayi. Lalu apa penyebab Bunyi napas grok-grok pada bayi?

Penyebab napas bayi berbunyi grok grok

Nafas bayi bunyi grok grok disebabkan karena pernapasannya kotor sebab terdapat banyak lendir.  Lendir ini hambat aliran udara sehingga bayi sudah bernapas dan napasnya bunyi grok grok.

Bagian dalam tubuh manusia memang selalu berlendir termasuk bayi. produksi lendir bisa bantu bersihkan saluran pernafasan dan juga kurangi risiko terinfeksi kuman bakteri maupun virus di tubuh.

Bayi yang belum secara sempurna keluarkan lendir bisa sebabkan penumpukan dengan jumlah yang banyak. peningkatan produksi yang ini menyumbat sebab belum bisa dikeluarkan sehingga membuat nafas bayi bunyi grok grok.

Cara Mencegah napas bunyi grok grok

Untuk mencegah nafas bayi berbunyi grok grok bisa dilawan dengan membersihkan lendir dalam saluran pernapasan. Bisa dilakukan dengan membersihkan hidungnya menggunakan tisu atau kapas.

Selain itu, untuk atasi hidung bayi tersumbat bisa gunakan humidifier atau mesin pelembab udara untuk kontrol suhu udara ruangan jadi hangat dan lembab jadi dapat bantu lendir tak mengeras yang sumbat saluran hidung bayi.

Cara lainya, bisa jemur bayi di bawah sinar matahari. Selain bisa atasi bunyi napas grok grok, sinar matahari juga berikan vitamin D secara alami. Waktu yang baik untuk menjemur pukul 07.30 hingga 08.30. cukup 15 menit atau maksimal 30 menit.

Nah itulah informasi mengenai penyebab napas bayi bunyi grok grok, yang disebabkan oleh lendir. Beberapa cara diatas bisa dilakukan untuk bantu atasi hilangkan bunyi napas pada bayi. Namun, jika ada gejala lain, segera bawa ke dokter untuk segera ditangani.

 

Bayi Tumbuh Sehat? Yuk Cari Tahu Makanan Sehat Untuk Bayi 10 Bulan Ke Atas

Saat sudah menginjak usia 10 bulan ke atas, bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan yang memiliki tekstur agak kasar. Di masa ini, si kecil biasanya sudah mulai merangkak, duduk, berdiri, mengoceh atau bahkan berjalan dengan bantuan perabot rumah. Apalagi, di usia ini saluran pencernaannya mulai matang bahkan biasanya ada yang sudah tumbuh gigi. Sehingga, penting bagi ibu untuk mengetahui makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas berikut ini.

 

Makanan Yang Boleh Dikonsumsi dan Pengolahannya

Meskipun masih memerlukan ASI, namun bayi yang telah memasuki usia 10 bulan ke atas, sudah boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan tekstur yang lebih kental atau padat. Makanan tersebut berfungsi untuk menambah kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh bayi. Anda bisa memberikan makanan berprotein seperti daging, ikan, tahu, telur dan lainnya. Selain itu, anda juga dapat memberikan buah, sayur, dan lainnya.

 

Makanan yang dipilih harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, zat besi, omega 3 dan 6 serta mineral penting lainnya. Dimana semua zat tersebut sangat dibutuhkan tubuh si kecil untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, makanan pendamping yang diberikan juga harus memiliki gizi yang seimbang.

 

Dalam mengolah makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas, salah satu hal yang harus anda perhatikan adalah kebersihan. Anda harus menggunakan peralatan dan bahan yang bersih, misalnya saja dengan memisahkan pisau dan talenan untuk bahan matang dan mentah. Selain itu, pengolahan bahan makanan juga harus sesuai dengan tingkat kematangan bahan, seharusnya tidak terlalu mentah dan tidak terlalu matang agar tidak merusak gizi makanan.

 

Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi

Di samping makanan yang baik dikonsumsi, ada pula jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan secara langsung pada buah hati di tahun pertamanya. Diantaranya adalah biji-bijian utuh, makanan rendah lemak, telur setengah matang, ikan bermerkuri, madu, garam, dan gula tambahan. Jenis makanan dari biji-bijian utuh baik diberikan pada anak yang berusia 5 tahun keatas, hal tersebut untuk mengurangi resiko tersedak pada si kecil.

 

Telur setengah matang bukanlah makanan sehat untuk bayi 10 bulan ke atas, karena biasanya mengandung bakteri yang membahayakan kesehatan si kecil. Selain pada telur setengah matang, pada madu juga mengandung bakteri yang dapat menyebabkan sindrom infant botulisme, sehingga makanan ini seharusnya tidak diberikan pada bayi. Garam dan gula juga seharusnya tidak diberikan pada bayi dalam jumlah yang berlebihan.

 

Terdapat banyak sumber makanan sehat yang dapat anda berikan pada buah hati. Namun, pemberian makanan untuk bayi yang berumur 10 bulan ke atas tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh serta memiliki kandungan gizi yang seimbang. Meskipun begitu, tidak semua jenis makanan dapat diberikan pada si kecil. Anda juga harus memperhatikan beberapa makanan yang harus dihindari untuk diberikan pada si kecil jika belum waktunya.

Kenali Penyebab Bayi Batuk dan Cara Mengatasinya

Meski sering dianggap enteng, batuk merupakan kondisi yang tidak nyaman ya. Batuk bisa menganggu aktifitas bahkan tidur anda. Nah jika batuk pada orang dewasa saja bisa mengganggu bagaimana jika batuk terjadi pada bayi? Layaknya orang dewasa bayi juga rentan mengalami batuk. Jenisnya? Bisa batuk kering maupun batuk berdahak.

Batuk sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh sebagai akibat dari adanya gangguan di tenggorokan. Sama halnya seperti orang dewasa, penyebab bayi batuk terjadi karena adanya rasa gatal di dalam tenggorokan atau karena adanya lendir yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Menurut pendapat para ahli, batuk pada bayi adalah kondisi yang normal. Dengan sistem kekebalan tubuh yang masih minim, bayi rentan mengalami batuk bahkan hingga delapan kali dalam usia pertamanya.

Meski tidak berbahaya, batuk bisa mengganggu istirahat si kecil, bayi akan mudah menangis karena kondisi tenggorokannya yang tidak nyaman. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk membantu si kecil tetap merasa nyaman.

  1. Tetap memberi ASI

Saat bayi batuk, si kecil mungkin akan memuntahkan minumannya. Tapi ini tidak boleh menjadi alasan Anda untuk mengurangi asupan ASI. ASI mengandung banyak zat yang berguna bagi sistem kekebalan tubuh si kecil. Cairan juga akan membantu mengencerkan dahak agar si kecil merasa lebih nyaman.

  1. Perbanyak Istirahat

Nah, sama halnya dengan orang dewasa, salah satu cara ampuh untuk mengatasi penyebab bayi batuk adalah dengan banyak istirahat. Istirahat yang cukup terbukti ampuh meningkatkan kekebalan tubuh. Meski saat batuk istirahat si kecil terganggu, pastikan anda tetap berusaha membuatnya mendapat istirahat yang cukup ya.

  1. Uap dan Air Hangat

Memberi si kecil uap hangat bisa membantu mengencerkan dahak, sehingga bayi menjadi lebih mudah bernafas. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, anda bisa memberinya minuman hangat. Fungsi minuman hangat hampir sama dengan uap hangat.

  1. Meneteskan Cairan Saline

Cara mengatasi penyebab bayi batuk ini bisa anda lakukan jika memang dibutuhkan. Larutan saline bisa didapatkan di apotek. Pastikan untuk membaca label dengan benar ya sebelum memberikannya pada bayi.

Bagaimana? Semoga sedikit tips di atas bisa membantu anda ya…