Kisah Nabi Ishaq As, Putra Ibrahim Yang Lahir Saat Ibunya Usia 90 Tahun

Bagi umat Islam selain beriman kepada Allah, juga beriman kepada Nabi serta Rasulnya. Inilah mengapa sebagai umat muslim mengetahui kisah pada nabi dan rasul suatu hal yang penting. Tidak hanya kisah Nabi Muhammad saja yang menarik ditelusuri. Kisah Nabi Ishaq As yang merupakan putra dari Nabi Ibrahim juga bisa diteladani.

Biografi Singkat Nabi Ishaq

lahir di kota Kanan di tahun 1761 SM, Nabi Ishaq merupakan putra kedua dari Nabi Ibrahim AS. Kelahiran Ishaq saat Nabi Ibrahim  sudah berumur sekitar 100 tahun dan sang ibu Siti Sarah sudah berusia 90 tahun. Tepatnya 14 tahun setelah Nabi Ismail lahir. Sebelumnya Siti Sarah sendiri tidak bisa memiliki keturunan, tetapi atas izin Allah bisa memiliki seorang anak.

Tentu saja kehamilan ini disambut dengan suka cita setelah usahanya untuk meminta kepada Allah tidak pernah berhenti. Nabi Ibrahim berharap nantinya Ishaw bisa diangkat menjadi nabi utusan Allah SWT dan bisa memerangi penyembah berhala yang ada di Palestina. Dan Nabi Ishaq menjadi nabi yang ke 9 untuk menggantikan sang ayah berdakwah.

Perjalanan Dakwah Dari Nabi Ishaq

Wilayah dakwah Ishaq AS berada di kawasan Syam dan juga Kan’an. Pada saat itu masyarakat Palestina masih menyembah berhala. Dan Nabi Ishaq menyerukan untuk menyembah kepada Allah, mendirikan shalat sampai dengan menunaikan zakat. Tentu hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah pada saat itu.

Kemudian Nabi Ishaq menikah dengan Rafqah binti Batu’il. Hanya saja ternyata peristiwa kedua orangnya kembali terulang. Dimana sang istri divonis tidak bisa mendapatkan keturunan. Nabi Ishaq melakukan apa yang ayahnya lakukan untuk berdoa terus kepada Allah. Sampai akhirnya mendapatkan dua putra yaitu Ya’qub dan Lishuu atau Esau.

Putra Nabi Ishaq yang bernama Ya’qub lah yang menjadi cikal bakal lairnya kaum Bani Israil. Kedua putranya ini memiliki kesenangan yang berbeda, Lishuu lebih suka berburu. Sementara Ya’qub sifatnya lemah lembut dan sangat mirip dengan sang ibu. Ya’qub juga diangkat menjadi Nabi serta melanjutkan perjuangan Islam dan memiliki keturunan Bani Israel.

Teladan Yang Bisa Diambil Dari Cerita Nabi Ishaq

  1. Ketekunannya

Setiap nabi pasti akan mendapatkan mukjizat atau keistimewaan tersendiri dari Allah. Dan Nabi Ishaq mendapatkan keturunan di usia yang juga tidak muda sama seperti Nabi Ibrahim. Kendati demikian, beliau tidak pernah berhenti untuk berdoa kepada Allah. Sampai akhirnya Allah mengabulkan doanya dan langsung memberikan dua putra sekaligus pada Nabi Ishaq.

Dalam kisah Nabi Ishaq ini bisa diambil kesimpulan jika kita berdoa dengan sungguh sungguh bukan tidak mungkin akan dikabulkan. Ketekunan Nabi Ishaq berdoa kepada Allah membuahkan hasil dengan kehamilan istrinya. Dan juga menyadarkan jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

  1. Dermawan

Sesungguhnya Nabi Ishaq termasuk seorang yang memiliki harta dan budak yang banyak. Pekerjaannya menggali sumur sumur dan mendapatkan upah dari sana. Namun beliau juga orang yang sangat dermawan. Tentu hal ini menjadi sifat yang bisa diteladani dalam sehari hari. Allah tidak akan membuat kita jatuh miskin hanya karena bersedekah.

Perjalanan kisah dari Nabi Ishaq ini tercantum dalam beberapa surat yang ada di Al Quran. Bahkan ada di beberapa ayat yang sampai disebutkan lebih dari satu kali. Dari kisahnya bisa kita ambil bahwa Allah itu maha besar. Segala sesuatu akan bisa terjadi jika Allah memang sudah berkehendak.