Ibadah Haji yang Hukumnya Makruh

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Ibadah ini wajib dilakukan oleh orang yang sudah mampu. Mampu dalam hal ini yaitu mampu secara fisik, mental dan tak ketinggalan juga mampu secara finansial.

Karena ibadah haji termasuk salah satu dalam rukun Islam, maka bagi yang mengingkarinya sama saja dengan mengingkari agama islam. Hal ini seperti yang tertuang dalan QS Ali Imran ayat 97.

Melakukan ibadah haji adalah hukumnya fardhu ‘ain bagi umat muslim, dan minimal dilaksanakan sekali dalam seumur hidup. Kewajiban wajib haji dihitung saat kita sudah dianggap memenuhi syarat wajib haji yaitu, baligh , berakal, merdeka serta mampu.

Walaupun seperti itu, melakukan ibadah haji terbagi kedalam 4 hukum. Salah satunya yaitu makruh. Makruh merupakan aktivitas dilarang tetapi tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya atau bisa dikatakan makruh merupakan perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Perbuatan makruh apabila dikerjakan tidak mendapatkan dosa, namun apabila meninggalkannya akan mendapatkan pahala.

Ibadah haji yang hukumnya makruh yaitu ibadah haji yang dilakukan secara berulang-ulang dan menghabiskan banyak biaya, semntara banyak orang disekitar tempat tinggalnya kelaparan.

Bukan hanya itu saja, ibadah haji juga hukumnya makruh jika dilakukan wanita yang melaksanakan pergi haji tetapi tanpa izin dengan suamimya.

Disamping itu, haji menjadi makruh apabila dilaksanakan oleh orang-orang yang kurang mampu. Contohnya orang yang sedang di perjalanan yang dikhawatirkan sakit ataupun ada orang miskin yang tidak punya biaya tetapi tetap bersikeras untuk pergi haji.

Ketiga hal tersebut dikatakan makruh karena mereka berangkat haji hanya mementingkan dirinya sendiri padahal hukumnya sunnah. Sementara itu dengan memberi makan orang yang kelaparan yang berada disekitar kita hukumnya wajib.

Dan bagi wanita yang pergi haji tanpa izin terlebih dahulu dengan suaminya termasuk kedalam hal yang makruh. Karena ia termasuk orang yang tidak taat kepada suminya.

A. Berulang-ulang dan buang harta

Pada dasarnya kita boleh saja untuk melakukan haji lebih dari satu kali bahkan hukumnya sunah. Akan tetapi perlu diketahui bahwa kesunahan tersebut akan menjadi makruh apabila dalam kasus tertentu secara subjektif.

Misalnya bila seseorang yang bertempat tinggal di daerah yang kumuh dan terbelakang, serta miskin dan sangat membutuhkan bantuan secara finansial. Akan tetapi orang gtersebut tidak mau membantu dnegan cara memberikan sebagian hartanya untuk mereka.

Alasannya karena orang tersebut ingin berangkat haji setiap tahun, maka dalam hal ini hukum melaksanakan hajinya menjadi makruh atau kurang disukai. Hal itu terjadi karena orang tersebut hanya mementingkan ibadahnya sendiri, padahal hukumnya sunnah.

Sementara orang yang berada disekitar rumahnya kelaparan, harusnya orang tersebut lebih mementingkan kondisi disekitar rumahnya dengan memberi makan karena hukumnya wajib.

Jadi intinya adalah apabila seseorang terdapat kewajiban yang terhalang untuk dikerjakannya hanya karena mengejar amalan yang hukumnya sunnah, maka ibadah sunnah yang dilakukannya berubah menjadi makruh bahkan haram.

Dalam Islam, amal ibadah mengenal istilah muwazanah ( prioritas ), tidak dibenarkan seseorang lebih mengamalkan yang sunnah jika hal itu menjadi penyebab terbengkelainya kewajiban.

Dalam perspektif fikih, tindakan tersebut termasuk kedalam perbuatan haram. Karena ketika memilih ibadah yang sunnah menjadi wasilah bagi terlaksananya perbuatan yang haram, meninggalkan yang wajib.

B. Wanita tanpa Izin suami

Kondisi seperti itu hukumnya menjadi makruh. Wanita yang berangkat haji tanpa mendapatkan izin dari suaminya atau anak kecil dari orang tuanya hukumnya makruh.

Jadi kitapun jangan merasa aman jika melakukan sesuatu yang makruh. Sudah seharusnya kita meninggalkan hal-hal yang makruh dan dibenci oleh Allah, jika ada hal-hal yang meragukan maka lebih baik tinggalkan.

Hal ini dijelaskan pula dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yang berbunyi : Dari Abu Abdillah Nu’manbin Basyir ra dia berkata : Saya mendengar Rasululloh bersabda :

“ sebenarnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram itu juga sudah jelas. Antara keduanya ada perkara yang samar-samar (syubhat ) yang tidak diketahui oleh kebanyak orang. Maka siapa saja yang takut akan syubhat artinya dia telah menyelamatkan kehormatan dan agama. Dan siapa saja yang terjerumus pada perkara syubhat maka bisa terjerumus dalam perkara yang diharamkan.”.

Ulama Hanafiyyah membagi makruh kedalam dua macam yaitu makruh tanzih dan makruh tahrim. Makruh tanzih merupakan seusatu yang dituntut syar’I untuk ditinggalkan, tetaoi dengan tuntutan yang tidak pasti, dengan kata lain makruh ini lebih dekat kepada yang halal.

Sedangkan makruh tahrim yaitu tuntutan syar’I untuk meninggalkansuatu perbuatan dan tuntutan tersebut dnegan cara yang pasti, namun didasarkan kepada yang zhanni, atau bisa dikatakan maruh kepada yang dekat dengan yang haram.

Oleh karena itu bagi yang berkeinginan untuk mengamalkan yang sunnah dengan pergi haji lebih dari satu kali maka hendaknya berpikir ulang. Jangan sampai kita sudah mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga termasuk dalam kategori mengamalkan yang sunnah daripada yang wajib.

Perhatikan kondisi di sekeliling kita. Masihkah ada yang kekurangan dan kelaparan? Jika ternyata ada, maka mengurungkan niat untuk berangkat haji yang kedua, ketiga dan keempat adalah pilihan yang bijak.

Jika kamu berniat untuk berangkat haji tahun ini atau tahun depan segeralah daftarkan diri di agen travel haji plus terpercaya dan sudah memberangkatkan banyak jamaah ke makkah.

Memilih Travel Haji dan Umroh yang 100% Bisa Dipercaya

Sangat wajar jika Anda was-was setiap kali memilih travel haji dan umroh. Pasalnya, Anda sering mendengar penipuan Tour and Travel. Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk memilih travel yang bisa dipercaya.

Hal sama juga dirasakan oleh banyak sekali kaum muslimin yang ingin berangkat haji ataupun umroh. Hingga akhirnya beberapa dari mereka lebih memilih daftar haji reguler. Karena mereka merasa lebih aman menjalankan haji yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Sebenarnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir seperti itu. Karena dari sekian banyak travel haji dan umroh yang ada di Indonesia, sebenarnya hanya sedikit yang melakukan penipuan. Sayangnya, yang melakukan penipuan di blow up di media sehingga membuat kepercayaan masyarakar terhadap biro perjalanan haji dan umroh menurun.

Langkah-Langkah Memilih Travel Haji dan Umroh

Anda pasti tahu pelayanan dari biro perjalanan haji swasta jauh lebih baik. Apalagi jika Anda ingin haji plus. Mau tidak mau, Anda harus bekerjasama dengan travel haji swasta. Pasalnya, penyelenggara haji plus adalah travel haji swasta.

Untuk itu, Anda harus memilih dengan tepat. Ada beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan sebelum menentukan pilihan:

  1. Cari Daftar Tour and Travel Haji dan Umroh

Yang pertama, Anda bisa cari daftar nama travel haji dan umroh yang menyediakan jasa perjalanan ke Tanah Suci. Anda bisa search di Google dengan kata kunci travel atau biro perjalanan haji dan umroh. Maka akan muncul beberapa nama biro perjalanan haji dan umroh. Catat semuanya.

 

Anda juga bisa jalan-jalan di sekitar kota di mana Anda tinggal. Pasti ada kantor agen atau biro yang memberikan pelayanan perjalanan haji dan umroh ke Tanah Suci. Masukkan juga ke dlaam list daftar travel.

 

  1. Cek Keresmiannya

Setelah Anda mengantongi beberapa list nama biro perjalanan haji dan umroh, selanjutnya cek apakah resmi atau tidak. Silang biro yang tidak resmi.

 

Anda bisa cek keresmiannya di website Kemenag. Semua biro yang resmi pasti punya nomor registrasi di website Kemenag.

 

  1. Lihat Testimoni

Dari banyaknya list nama jasa travel haji dan umroh, Anda harus melakukan screening. Dari list yang resmi, lihat testimoni dari jamaah haji atau umroh yagn pernah menggunakan jasa mereka. Anda bisa lihat di forum atau lihat di masing-masing website biro.

 

Cek juga di media sosial mereka. Biasanya, ada komentar dari mereka yang sudah pernah ke Tanah Suci dengan menggunakan jasa setiap biro perjalanan. Jika feedback nya positif, Anda bisa memilih travel haji tersebut.

 

  1. Cari Feedback dari Orang Terdekat

Selain mencari testimoni melalui internet, Anda juga bisa cari feedback dari teman atau saudara yang pernah menggunakan sebuah biro perjalanan haji. Jika mereka merasa puas, maka sepertinya Anda tahu mana yang harus Anda pilih.

 

  1. Bandingkan Biaya

Sampai dengan tahap ini, list travel haji dan umroh yang ada di tangan semakin sedikit. Anda bisa rangking 3 besar. Lalu, bandingkan biaya yang ditetapkan ketiga biro tersebut.

 

Jika Anda berniat untuk melakukan haji plus, coba lihat berapa biaya yang masing-masing biro tetapkan. Apakah Anda harus memilih biaya yang termurah? Sebaiknya jangan. Pilihlah biaya yang setara dengan pelayanan yang mereka berikan. Ini cara menentukan pilihan yang obyektif, bukan secara emosional karena biaya yang lebih murah.

 

  1. Baca Syarat dan Ketentuan

Setelah itu, Anda mungkin sudah menentukan pilihan. Setelah itu, silakan hubungi travel tersebut dan baca syarat serta ketentuan sejelas mungkin.

Dengan melakukan langkah tersebut di atas, Anda tidak akan menjadi korban penipuan biro travel haji. Karena Anda sudah melakukan screening sehingga Anda mendapatkan biro perjalanan haji yang terpercaya.

Travel Haji Furoda Siap Segera Berangkatkan Anda ke Tanah Suci

Sebenarnya, jika Anda ingin naik haji lebih cepat, Anda harusnya memilih travel haji furoda. Ini biro perjalanan haji yang diijinkan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan haji furoda.

Haji furoda adalah haji non kuota. Jadi, Anda bisa daftar sekarang lalu kemungkinan Anda bisa naik haji tahun depan. Anda tidak perlu khawatir karena ini juga haji yang legal. Hanya saja, peserta tidak berasal dari kuota yang disediakan oleh pemerintah Indonesia. Kuota haji furoda ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi sendiri. Jadi, Anda ke Tanah Suci dengan status legal.

Selain tanpa harus mengantri, Anda juga akan mendapatkan pelayanan yang istimewa. Seperti contoh, Anda akan menginap di hotel bintang 5 yang lokasinya sangat dekat dengan Masjidil Haram. Tertarik untuk daftar haji furoda?