Sejarah Singkat Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf merupakan putra dari Nabi Yakub AS, yang paling shaleh dan sabar. Beliau merupakan nabi ke sebelas yang wajib diimani oleh seluruh umat Islam di dunia. Sejak kecil, Nabi Yusuf sudah ditinggal mati oleh ibunya, dan itu berarti Nabi Yusuf menjadi anak yatim sejak usianya yang masih belia.

Walau begitu, tidak menghalanginya menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada ayah dan sudara-saudaranya. Walau sudah berbakti dan menghormati seluruh saudaranya, namun tidak menghindarinya dari perlakuan-perlakuan buruk yang diberikan oleh para saudaranya. Salah satu penyebab perlakuan buruk saudara-saudaranya adakah kerena Yusuf memiliki wajah yang sangat tampan dan karena shaleh, ayahnya pun sangat meyayanginya.

Perundungan yang terjadi pada Nabi Yusuf tidak berhenti hanya karena sifat dan wajahnya yang teramat sangat tampan. Suatu ketika, Nabi Yusuf menemui ayahnya, Nabi Yakub dan menceritakan tentang mimpinya semalam. Dalam mimpi tersebut, Yusuf melihat ada sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud padanya.

Mendengar hal itu, ayahnya lantas menghimbaunya untuk merahasiakan makna dari mimpinya tersebut, dimana mimpi itu menandakan bahwa Yusuf akan menjadi salah satu nabi seperti ayahnya. Namun, salah seorang saudaranya ada yang menguping dan mendengar hal tersebut.

Suatu ketika, setelah mengetahui hal tersebut, saudara-saudara Nabi Yusuf mengajak Nabi Yusuf berburu binatang di hutan. Sambil meyakinkan ayahnya, Nabi Yakub untuk tidak perlu ikut, karena sebelas dari mereka sudah pasti akan mampu menjaga Yusuf. Awalnya ragu, namun akhirnya dengan berat hati ayahnya mengizinkannya.

Sesampainya di dalam hutan, para saudara justru mencelakai Yusuf dengan memasukannya ke dalam sumur. Sebelum dimasukkan sumur, tubuh Yusuf ditelanjangi dan dilumuri darah, berharap agar Yusuf enyah dari keluarga mereka dan menjadi budak saja. Sesampainya di rumah, para saudara memberitahukan Yakub bahwa Yusuf telah tewas dimakan serigala dengan membawa bukti baju berlumuran darah yang mereka buat sendiri.

Mengetahui ada keberadaan seorang anak di sumur, seorang khafilah yang hendak mengambil air di dalam sumur lantas membawa Yusuf sebagai tawanan untuk segera dijual sebagai seorang budak. Seorang Menteri Kerajaan Mesir bernama Kiftir lah yang akhirnya membeli Yusuf untuk diberikan kepada istrinya, Zulaikha. Karena keduanya tidak memiliki anak, mereka pun mengangkat Yusuf sebagai anak.

Yusuf tumbuh menjadi pemuda tampan dan cerdas di Mesir. Bahkan karena kecerdasan dan ketampanannya, Yusuf diangkat menjadi seorang kepala pelayann istana.  Selama di istana, Yusuf kemudian terkenal sebagai pemuda yang sangat tampan. Bahkan, ibu angkatnya, Siti Zulaikha pun tertarik akan ketampanan Yusuf dan berniat menggodanya sebagai lelaki. Saat itu, terjadi keributan yang cukup besar. Zulaikha yang memaksa Yusuf melakukan hal yang tidak sepantasnya lantas dicegah oleh Yusuf karena beliau selalu ingat akan dosa-dosa Allah.